Pengantar Ilmu Pengetahuan
Sosial
Tugas Ini Disusun untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah pengantar ilmu pengetahuan sosial yang Diampu oleh
Drs.Soedarsono,M.Pd
Disusun Oleh :
Anas Tas Nia Dewi Nur Komariah
K7411017 / kelas A
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
Analisis
Kasus Pengantar Pendidikan Ilmu Sosial
Pak Sukria
adalah seorang guru IPS SD di sebuah desa diwilayah Indonesia. Hasil refleksi
atas pembelajaran yang ia lakukan aalah sebagai berikut:
·
Sebagian
besar siswa kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru
·
Dari satu
kelas yang berjumlah 30 siswa, tidak lebih dari 5 orang yang berani mengajukan
pertanyaan
·
Metode
pembelajaran yang digunakan guru selama ini hanya ceramah tanpa menggunakan
media / alat peraga
·
Sebagian
besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah
ditetapkan sekolah sebesar 60,00
·
Hubungan
sosial di antara siswa kurang kondusif
Berdasarkan hasil
refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Sukriya di atas, buatlah saran
untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran tersebut!
Hasil Analisis
Dari hasil refleksi yang diperoleh Pak Sukria maka
tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut
adalah terlebih dahulu harus di teliti secara lebih mendalam, untuk masalah
sebagian besar siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan maka harus
dicari penyebabnya apakah dari sisi guru yang menyampaiakn materi terlalu
monoton sehingga tidak menarik minat dari siwa ataukah dari sisi siswa yang
memang memiliki atensi yang rendah terhadap pelajaran. Jika kurangnya perhatian
dari siswa disebabkan oleh guru yang terlalu monoton dalam penyampaian materi
maka sebaiknya guru tersebut diberikan pembinaan khusus agar menyadari bahwa
tehnik mengajar itu sangat berpengaruh terhadap atensi siswa, selain itu
seorang guru haruslah menguasai materi yang akan disampaikan sehingga dengan
bekal penguasaan yang memadai akan lebih meningkatkan minat siswa dalam belajar,karena
seperti yang kita ketahui bahwa salah satu dorongan agar siswa belajar adalah
mengenai hal-hal yang belum diketahuinya, dari tolak ukur inilah maka seorang
guru harus menyadari pentingnya tekhnik-tekhnik mengajar serta penguasaan
materi untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik.
Selain itu untuk mengembangkan partisipasi siswa
dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilatih atau dikembangkan dengan
cara-cara khusus seperti memberikan point atau nilai lebih kepada mereka yang
berani untuk bertanya,memberikan pendapat,atau sanggahan sehingga karena dipacu
oleh nilai, para siswa akan berusaha mengikuti aturan main yang dibuat oleh
guru karena mereka tidak mau ketinggalan dari teman-temannya yang lain. Ini
adalah salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi siswa yang diawali dengan
memberikan iming-iming nilai yang lebih, maka nantinya mereka akan terbiasa
ikut aktif dalam pembelajaran dikelas, selain itu seorang guru harus bisa
bersikap friendly kepada siswanya agar tidak timbul rasa takut yang berlebihan
di dalam diri siswa, sehingga akan membendung keinginan mereka untuk aktif
dalam pembelajaran, karena dengan sikap bersahabat dengan para siswa, hal itu
akan memberikan motivasi bagi siswa karena daalm hal ini gurunyaa tidak dikenal
dengan image yang galak tetapi lebih kepada tegas dan bersahabat.
Metode pembelajaran menjadi hal yang juga memiliki
peran dalam suatu keberhasilan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang
hanya itu-itu saja seperti hanya dengan ceramah akan sangat membosankan dan
akhirnya akan berimplikasi pada rendahnya atensi siswa terhadap pelajaran yang
bersangkutan. Seorang guru sangat perlu menggunakan media pembelajaran atau
alat peraga untuk membangkitkan atensi dari siswanya. Pada perkembangan zaman
yang sudah begitu pesat ini media pembelajaran dapat dengan mudah dibuat oleh
seorang guru misalnya saja disamping menggunakan media cetak yang berupa buku
seorang guru bisa memanfaatkan jenis media lainnya seperti audio, slide suara
atau gambar, video, multimedia interaktif, atau bisa juga menggunakan
E-learning. Setiap jenis media pembelajaran itu memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing, tinggal di padu padankan dengan situasi dan kondisi
pembelajaran. Biasanya yang lebih banyak digunakan adalah seorang guru menyajikan
materi dalam bentuk slide-slide yang menarik sehingga akan lebih mempermudah
guru dalam mengajar tanpa kehilangan atensi dari siswanya. Kegunaan media
pembelajaran atau alat peraga ini adalah untuk membantu guru memfokuskan
perhatian siswanya selain itu penggunaan media juga bermanfaat untuk
memperjelas pesan agar tidak terlalu verbal, mengatasi keterbatasan ruang,
waktu, dan daya indera, mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah,
dan mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman.
Dengan ini maka terdapat suatu integrasi antara
bagaimana guru menyampaiakan materi, serta bagaimana metode pengajaran
disamping kemampuan individu yang dimiliki oleh seorang guru, nyatanya semua
aspek tersebut akan memberikan pengaruh terhadap siswanya. Jika telah dilakukan
pembenahan baik dari segi guru dalam hal ini bagaimana kompetensi, penyampaian
materi serta metode pembelajaran yang digunakan termasuk di dalamnya
menggunakan media pembelajaran atau alat peraga, nilai dari siswa belum
mencapai KKM, maka yang harus dibenahi bukan lagi dari sisi guru sebagai tenaga
pengajar melainkan dari siswanya dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana cara
siswa belajar,atau bagaimana minat siswa dalam belajar. Jika memang cara
belajar siswa kurang maksimal maka seorang siswa secara internal akan menyadari
hal itu, dan dari sisi seorang guru hanya bisa memberikan motivasi kepada siswa
untuk meningkatan kualitas dan kuantitasnya dalam belajar contohnya dengan
memberikan tugas yang berhubungan dengan materi yang disampaikan sehingga untuk
mengerjakan tugas tersebut setiap siswa harus membaca serta memahami isi dari
materi yang disampaikan sehingga secara tidak langsung hal ini akan membantu
meningkatkan minat baca siswa dan memberikan motivasi atau dorongan untuk lebih
rajin belajar agar nantinya hasil dari kerja keras mereka mendapatkan hasil
yang memuaskan dengan lulus dari KKM yang sudah di tetapkan oleh sekolah.
Untuk permasalahn terakhir yaitu hubungan sosial
yang kurang kondusif diantara siswa dapat diatasi atau diminimalisir dengan
berbagai macam cara yang bisa diusahakan seorang guru dalam kapasitasnya
sebagai pengajar. Hubungan sosial yang tidak kondusif dimungkinkan karena
berbagai hal salah satunya kurangnya intensitas interaksi sesama siswa sehingga
menyebabkan hubungan sosiala diantara mereka menjadi kurang kondusif. Situasi
dan kondisi yang kurang kondusif nantinya akan ikut berpengaruh terhadap proses
pembelajaran siswa maka untuk mengatasi hal tersebut seorang guru harus
berusaha meningkatan interaksi sosial diantara mereka dengan menggunkan metode
diskusi kelompok dalam pembelajaran. Metode-metode lain seperti observasi
langsung di lapangan atau suatu bentuk pembelajaran dalam bentuk team bisa
membantu untuk meningkatkan intensitas interaksi diantara mereka sehingga team
work dan rasa sosial saling membutuhkan dapat terjalin diantara mereka.
Sehingga pada akhirnya akan tercipta situasi yang kondusif diantara mereka yang
dapat menjadi salah satu aspek eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran
termasuk hasil belajar siswa.
Menurut saya itulah beberapa hal yang bisa dilakukan
untuk mengatasi masalah yang muncul dari hasil refleksi Pak Sukria terhadap
pembelajaran yang dia lakukan dikelas.


0 komentar:
Posting Komentar