Feeds RSS

Selasa, 23 Juli 2013

analisis kasus


Pengantar Ilmu Pengetahuan Sosial
Tugas Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah pengantar ilmu pengetahuan sosial yang Diampu oleh Drs.Soedarsono,M.Pd


Disusun Oleh :
Anas Tas Nia Dewi Nur Komariah
K7411017 / kelas A

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

Analisis Kasus Pengantar Pendidikan Ilmu Sosial
Pak Sukria adalah seorang guru IPS SD di sebuah desa diwilayah Indonesia. Hasil refleksi atas pembelajaran yang ia lakukan aalah sebagai berikut:
·         Sebagian besar siswa kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru
·         Dari satu kelas yang berjumlah 30 siswa, tidak lebih dari 5 orang yang berani mengajukan pertanyaan
·         Metode pembelajaran yang digunakan guru selama ini hanya ceramah tanpa menggunakan media / alat peraga
·         Sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah sebesar 60,00
·         Hubungan sosial di antara siswa kurang kondusif
Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran yang dilakukan oleh Pak Sukriya di atas, buatlah saran untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran tersebut!









Hasil Analisis
Dari hasil refleksi yang diperoleh Pak Sukria maka tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah terlebih dahulu harus di teliti secara lebih mendalam, untuk masalah sebagian besar siswa tidak memperhatikan materi yang disampaikan maka harus dicari penyebabnya apakah dari sisi guru yang menyampaiakn materi terlalu monoton sehingga tidak menarik minat dari siwa ataukah dari sisi siswa yang memang memiliki atensi yang rendah terhadap pelajaran. Jika kurangnya perhatian dari siswa disebabkan oleh guru yang terlalu monoton dalam penyampaian materi maka sebaiknya guru tersebut diberikan pembinaan khusus agar menyadari bahwa tehnik mengajar itu sangat berpengaruh terhadap atensi siswa, selain itu seorang guru haruslah menguasai materi yang akan disampaikan sehingga dengan bekal penguasaan yang memadai akan lebih meningkatkan minat siswa dalam belajar,karena seperti yang kita ketahui bahwa salah satu dorongan agar siswa belajar adalah mengenai hal-hal yang belum diketahuinya, dari tolak ukur inilah maka seorang guru harus menyadari pentingnya tekhnik-tekhnik mengajar serta penguasaan materi untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik.
Selain itu untuk mengembangkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dapat dilatih atau dikembangkan dengan cara-cara khusus seperti memberikan point atau nilai lebih kepada mereka yang berani untuk bertanya,memberikan pendapat,atau sanggahan sehingga karena dipacu oleh nilai, para siswa akan berusaha mengikuti aturan main yang dibuat oleh guru karena mereka tidak mau ketinggalan dari teman-temannya yang lain. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi siswa yang diawali dengan memberikan iming-iming nilai yang lebih, maka nantinya mereka akan terbiasa ikut aktif dalam pembelajaran dikelas, selain itu seorang guru harus bisa bersikap friendly kepada siswanya agar tidak timbul rasa takut yang berlebihan di dalam diri siswa, sehingga akan membendung keinginan mereka untuk aktif dalam pembelajaran, karena dengan sikap bersahabat dengan para siswa, hal itu akan memberikan motivasi bagi siswa karena daalm hal ini gurunyaa tidak dikenal dengan image yang galak tetapi lebih kepada tegas dan bersahabat.

Metode pembelajaran menjadi hal yang juga memiliki peran dalam suatu keberhasilan dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang hanya itu-itu saja seperti hanya dengan ceramah akan sangat membosankan dan akhirnya akan berimplikasi pada rendahnya atensi siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan. Seorang guru sangat perlu menggunakan media pembelajaran atau alat peraga untuk membangkitkan atensi dari siswanya. Pada perkembangan zaman yang sudah begitu pesat ini media pembelajaran dapat dengan mudah dibuat oleh seorang guru misalnya saja disamping menggunakan media cetak yang berupa buku seorang guru bisa memanfaatkan jenis media lainnya seperti audio, slide suara atau gambar, video, multimedia interaktif, atau bisa juga menggunakan E-learning. Setiap jenis media pembelajaran itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal di padu padankan dengan situasi dan kondisi pembelajaran. Biasanya yang lebih banyak digunakan adalah seorang guru menyajikan materi dalam bentuk slide-slide yang menarik sehingga akan lebih mempermudah guru dalam mengajar tanpa kehilangan atensi dari siswanya. Kegunaan media pembelajaran atau alat peraga ini adalah untuk membantu guru memfokuskan perhatian siswanya selain itu penggunaan media juga bermanfaat untuk memperjelas pesan agar tidak terlalu verbal, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, mengatasi sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah, dan mengkondisikan munculnya persamaan persepsi dan pengalaman.
Dengan ini maka terdapat suatu integrasi antara bagaimana guru menyampaiakan materi, serta bagaimana metode pengajaran disamping kemampuan individu yang dimiliki oleh seorang guru, nyatanya semua aspek tersebut akan memberikan pengaruh terhadap siswanya. Jika telah dilakukan pembenahan baik dari segi guru dalam hal ini bagaimana kompetensi, penyampaian materi serta metode pembelajaran yang digunakan termasuk di dalamnya menggunakan media pembelajaran atau alat peraga, nilai dari siswa belum mencapai KKM, maka yang harus dibenahi bukan lagi dari sisi guru sebagai tenaga pengajar melainkan dari siswanya dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana cara siswa belajar,atau bagaimana minat siswa dalam belajar. Jika memang cara belajar siswa kurang maksimal maka seorang siswa secara internal akan menyadari hal itu, dan dari sisi seorang guru hanya bisa memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatan kualitas dan kuantitasnya dalam belajar contohnya dengan memberikan tugas yang berhubungan dengan materi yang disampaikan sehingga untuk mengerjakan tugas tersebut setiap siswa harus membaca serta memahami isi dari materi yang disampaikan sehingga secara tidak langsung hal ini akan membantu meningkatkan minat baca siswa dan memberikan motivasi atau dorongan untuk lebih rajin belajar agar nantinya hasil dari kerja keras mereka mendapatkan hasil yang memuaskan dengan lulus dari KKM yang sudah di tetapkan oleh sekolah.
Untuk permasalahn terakhir yaitu hubungan sosial yang kurang kondusif diantara siswa dapat diatasi atau diminimalisir dengan berbagai macam cara yang bisa diusahakan seorang guru dalam kapasitasnya sebagai pengajar. Hubungan sosial yang tidak kondusif dimungkinkan karena berbagai hal salah satunya kurangnya intensitas interaksi sesama siswa sehingga menyebabkan hubungan sosiala diantara mereka menjadi kurang kondusif. Situasi dan kondisi yang kurang kondusif nantinya akan ikut berpengaruh terhadap proses pembelajaran siswa maka untuk mengatasi hal tersebut seorang guru harus berusaha meningkatan interaksi sosial diantara mereka dengan menggunkan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran. Metode-metode lain seperti observasi langsung di lapangan atau suatu bentuk pembelajaran dalam bentuk team bisa membantu untuk meningkatkan intensitas interaksi diantara mereka sehingga team work dan rasa sosial saling membutuhkan dapat terjalin diantara mereka. Sehingga pada akhirnya akan tercipta situasi yang kondusif diantara mereka yang dapat menjadi salah satu aspek eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran termasuk hasil belajar siswa.
Menurut saya itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul dari hasil refleksi Pak Sukria terhadap pembelajaran yang dia lakukan dikelas.


0 komentar:

Posting Komentar