MAKALAH PENGANTAR MANAGEMENT
PENGORGANISASIAN
OLEH:
Anas Tas Nia DNK K7411017
Ator Frinza Sasana K7411032
Aulia Anggraini K7411033
Citra Ajeng Isywari K7411040
PENDIDIKAN EKONOMI KELAS A1
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
2011
BAB 1
A. LATAR BELAKANG
Sebagai salah satu cabang dari lmu
administrasi, ilmu organisasi banyak memperoleh perhatian dari para praktisi
dikalangan masyarakat, baik di Negara kita maupun dinegara lain. Kenyataan
menunjukan, dimana para teorisi dan praktisi itu memberikan batasan pengertian
sendiri-sendiri. Dalam penggunaan istilah organisasi dan organizing. Kedua
istilah ini sering digunkan dalam kehidupan sehari-hari dan dianggap emilik
arti yang sama. Sementara orang memandang bahwa organizing sebagai salah satu
fungsi managemen, tetapi di lain pihak orang memandang bahwa organizing adalah
salah satu sinonim dari organisasi.
Begitu
banyaknya persepsi yang berbeda-beda maka di perlukan pembahasan dan gambaran
yang jelas mengenai organisasi agar nantinya tidak bermakna ambigu padahal
kata-kata ini sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dengan adanya
pemahaman dan gambaran mengenai organisasi maka kedepannya akan sangat berguna
bagi kita sebagai bekal untuk bisa berorganisasi dengan baik bahkan akan sangat
terasa ketika kita sudah mulai memasuki dunia kerja organisasi sangat
dibutuhkan. Oleh karena itu kelompok kami mencoba membahas mengenai organisasi
sebagai dasar bagi individu untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa saja
mengenai organisasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud organisasi ?
2. Tindakan apa saja yang harus
dilakukan oleh seorang manager ?
3. Apa sajakah prinsip-prinsip
organisasi ?
4. Apa saja langkah-langkah yang
diperlukan dalam pengorganisasian ?
5. Ada berapa macam bentuk-bentuk
organisasi ?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud
dengan organisasi
2. Untuk mengetahui tindakan apa saja
yang biasa dilakukan seorang manager
3. Untuk mengetahui prinsip-prindip
organisasi
4. Untuk mengetahui langkah-langkah apa
saja yang diperlukan dalam pengorganisasian
5. Untuk mengetahui bentuk-bentuk
organisasi
BAB II
PEMBAHASAN
I.
PENGERTIAN
ORGANISASI
Organisasi adalah suatu kegiatan
pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki
perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai
tujuan perusahaan.
Sebuah organisasi adalah pola
hubungan –banyak hubungan yang saling terjalin secara
simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai sasaran bersama.
simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai sasaran bersama.
Proses manajerial dari
pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan, penciptaan
kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada
masa kini hingga masa depan.
kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada
masa kini hingga masa depan.
Dalam kehidupan sehari-hari istilah organisasi
diartikan menjadi :
a.
Organisasi
dalam arti statis, adalah kerangka hubungan antar orang-orang yang
tergabung, dan yang bergerak kearah
usaha untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi organisasi dalam arti statis atau
sebagai wadah ini merupkan gambaran secara skematis tentang struktur dari
bagian-bagian dari suatu badan atau lembaga.
b.
Oragnisasi
dalam arti dinamis, adalah suatu proses penentuan bentuk dan pola dari sesuatu
organisasi, yang berupa wujud kegiatan-kegiatannya meliputi : pembagian
pekerjaan, pembtasan tugas-tugas, pembatasan kekuasaan dan tanggung jawab,
beserta hubungan antar bagian didalam badan atau lembaga yang saling
bersangkutan.
c.
Organisasi
dalam arti badan atau lembaga, adalah sekelompok orang yang tergabung dan
terikat secara formal dalam system kerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya.
II.
TINDAKAN
YANG HARUS DILAKUKAN MANAJER
Kegiatan utama yang harus dilakukan oleh
seorang manajer dalam pengorganisasian adalah menetapkan pekerjaan- pekerjaan
apa yang harus dikerjakan agar dapat melealisir tujuan yang ditetapkan.
PRINSIP-
PRINSIP ORGANISASI
• Perumusan tujuan dengan jelas
Apabila kita hendak menjalankan organisasi agar
baik dan dapat dipakai untuk mencapai tujuan, maka fondasi harus dibuat dan
kerangka harus disusun atas dasar dan pedoman serta dengan Langkah- Langkah
yang baik. Dismping itu apabila setiap orang didalam organisasi mengetahui
tujuan yang hendak dicapai oganisasi, ada beberapa hal yang mereka dapat laksanakan
antar lain :
·
Mereka
mengetahui apa yang harus diharapkan oleh oganisasi
·
Mereka
dapt memahami apa yang bisa mereka harapkan dari sebuah organisasi
·
Mereka
dapat menilai, apakah tujuan organisasi itu sinkron dengan tujuan mereka
pribadi
·
Jika
belum sinkron, mereka dapat memutuskan apakah berusaha untuk mensinkronkan atau
tidak, ataukah meninggalkan organisasi tersebut
• Pembagian tugas pekerjaan
Adanya dua orang atau lebih yang
bersepakat untuk mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan yang mereka kehendaki bersama. Maka agar mereka dapat
melakukan kegiatan dengan baik, dalam arti juga untuk meringankan beban masing-
masing pihak, maka perlu diadakan pembagian tugas pekerjaan. Baik pembagian
tugas kedalam satuan-satuan oragnisasi,
kedalam sub-sub unit, atau sampai kedalam satuan-satuan pelaksanaan.
•
Delegasi
kekuasaan
Penyerahan sebagian hak untuk
mengambil tindakan yang diperlukan, dari pejabat yang lebih tinggi tingkatannya
kepada pejabat yang lebih rendah, atau dari pejabat satu ke pejabat yang lain
yang sederajat dalam suatu organisasi. Pelimpahan kekuasaan ini perlu dilaksanakan mengingat kemampuan
seseorang itu terbatas. Dalam arti bahwa dengan predikatnya seseorang mungkin
tidak mampu mengetahui semua hal dalam organisasi sampai pada hal yang sekecil-kecilnya.
Dari pemahaman ersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa delegasi kekuasaan
adalah suatu asas yang esensiil, agar organisasi dapt berjalan lancar.
•
Rentangan
kekuasaan
Asas yang berkenaan dengan penentuan jumlah
bawahan atau tanggungjawab yang harus berada di bawah pengawasan seorang
pejabat. Di dalam organisasi, terdapat
beberapa orang yang mempunyai predikat pimpinan. Baik pimpinan tingkat atas,
tingkat menengah, maupun tingkat bawah. Tentunya para pimpinan ini mempunyai bawahan. Beberapa factor yang harus
diperhatikan dalam merealisir asas ini adalah:
1. Manusia ( man power )
2. Corak pekerjaan
3. Tata ruang atau tempat kerja
4. Alat perlengkapan
5. Corak hasilkerja
•
Tingkatan
tata jenjang
Jumlah tingkatan menurut kedudukan dari atas ke
bawah, yang tiap- tiap tingkatan terdapat pejabat dengan tugas, wewenang, dan
tanggungjawab. Semakin banyak jenjang berarti semakin banyak pula kemungkinan
hambatan penyaluran setiap kebijaksanaan. Jenjang atau hierarki ini sangat erat
sekali hubungannya dengan rentang kekuasaan.
Oleh karena itu, untuk menentukan hierarki
organisasi dan rentangan kekuasaan, hendaknya diikut sertakan pertimbangan
berikut
a.
Bilamana
rentangan kekuasaan luas, maka jenjang organisasi harus pendek
b.
Dan
jika rentangan kekuasaan sempit, maka jenjang organisasi harus panjang. Dan
yang paling baik adalah jenjang organisasi yang pipih (flat of organization )
·
Kesatuan
perintah dan tanggung jawab
Adanya satuan- satuan tugas yang
harus dilaksanakan oleh pelaksana, setiap pelaksana hendaknya hanya menerima
perintah dan tanggungjawab dari satu atasan dan dilaksanakan dengan menggunakan
saluran komuikasi yang tegas. Maksudnya,
agar semua petugas dapat mengetahui dari siapa ia menerima perintahdan kepada
siapa ia harusmempertanggungjawabkan hasil kerjanya.
•
Koordinasi
Adalah suatu kondisi dimana
terkandung aspek- aspek tidak terjadinya kekacauan, percekcokan, kekembaran
atau kekosongan kerja, sebagai akibat dari pekerjaan menghubung- hubungkan,
menyatupadukan, dan menyelaraskan orang- orang, dan pekerjaannya dalam suatu
kerjasamayang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Dalam
manajemen menghubung-hubungkan, menyatupadukan, dan menyelaraskan
orang-orang dengan pekerjaannya, sehingga semuanya berlangsung secara tertib
dan seirama menuju tercapainya tujuan disebut dengan istilah pengkoordinasian
(coordinating ).Yang dapat dilakukan dengan
§ Integrasi, yaitu usaha untuk
menyatupadukan unsure-unsur kegiatan, sehingga tercipta suatu kesatuan yang
utuh
§ Simplifikasi, yaitu usaha untuk
membuat pekerjaan yang ruwet menjadi pekerjaan yang lebih gampang
§ Sinkronisasi, adalah serangkaian
upaya untuk menciptakan hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antar
orang-orang dalam organisasi.
LANGKAH- LANGKAH YANG DIPERLUKAN
DALAM PENGORGANISASIAN
- Penetapan dan pengimbangan aktifitas
Merupakan pembagian, penggolongan, dan
penyusunan aktivitas- aktivitas yang akan dilaksanakan.
- Penyusunan organ atau wadah
Langkah ini dimaksudkan untuk membuat organ
atau wadah yang diperukan untuk mewadahi segenap kegiatan yang telah tersusun.
Hendaknya pembentukan wadah ini berpangkal pada suatu ide dalam struktur
organisasi.
- Mengisi organ dengan tugas,kekuasaan, wewenang, dan tanggungjawab
Langkah ini dimaksudkan untuk memasukkan
kegiatan yang telah tersusun kedalam organ yang telah dibentuk. Dalam pengisian
tugas harus dilengkapi dengan wewenang dan tanggung jawab yang sepadan.
- Menghubung-hubungkan organ satu dengan yang lain dengan garis wewenang dan tanggungjawab
Suatu aktivitas untuk menentukan hubungan
kekuasaan dan tanggung jawab berdasarkan atas wewenang formal. Manifestasi dari
langkah ini adalah garis- garis hubungan kekuasaan yang bersifat formal.
- Melengkapi organ dengan alat perlengkapan yang diperlukan
Alat atau perlengkapan yang
digunakan, bukan dilihat karena mempunyaiharga atau nilai yang tinggi, tetapi
yang diperlukan adalah alat yang tepat dipakai sesuai dengan corak pekerjaan.
- Penempatan orang yang tepat pada masing- masing organ
Langkah selanjutnya adalah menempatkan orang-
orang yang nantinya akan menerima pendelegasian atau pelimphan wewenang. Dalam
hal ini biasanya menganut asas “The right manin the right place”.
- Membuat
bagan organisasi Struktur
organisasi
Langkah ini dimaksudkan untuk menggambar atau
melukiskan struktur organisasi di atas kertas. Yaitu suatu gambar yang
melukiskan secara skematis dari susunan tugas, kekuasaan, dan tanggungjawab
serta hubungan antara unit- unit dalam organisasi.
Dalam penyusunan struktur organisasi dikenal
beberapajenis hubungan, yaitu:
a.
Struktur
organisasi garis (line relation)
Merupakan struktur organisasi yang
paling sederhana dan yang paling tua. Dalam struktur ini aliran tugas dan
tanggungjawab terlihat jelas dengan arah vertikal. Artinya, wewenang mengalir
dari atas ke bawah, sedangkan tanggungjawab dari bawah ke atas.
b.
Struktur
organisasi fungsional atau staf (staff relation)
Organisasi ini diciptakan oleh FW
Taylor, dimana segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas. Sebab
setiap atasan berwenang member komando kepada setiap bawahan, sepanjang ada
hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.
c.
Struktur
organisasi garis dan staf
Dalam struktur organisasi ini, terdapat satu
atau beberapa orang staf. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu,
yang tugasnya member nasehat dan saran dalam bidangnya kepada pimpinan di dalam
organisasi tersebut.
Secara garis besar kegunaan bagan organisasi
adalah :
a)
Untuk
mengetahui besar kecilnya organisasi
b)
Untuk
mengetahui jenis dan macam jabatan yang ada
c)
Untuk
mengetahui fungsi dan kedudukan dari masing-masing pejabat
d)
Untuk
mengetahui saluran kekuasaan dan tanggung jawab dari pimpinan sampai bawahan
e)
Untuk
mengetahui bentuk organisasi


0 komentar:
Posting Komentar