Feeds RSS

Selasa, 23 Juli 2013

organizing


MAKALAH PENGANTAR MANAGEMENT
PENGORGANISASIAN




OLEH:
Anas Tas Nia DNK                             K7411017
Ator Frinza Sasana                           K7411032
Aulia Anggraini                                  K7411033
Citra Ajeng Isywari                          K7411040

PENDIDIKAN EKONOMI KELAS A1
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2011
BAB 1

A.      LATAR BELAKANG
Sebagai salah satu cabang dari lmu administrasi, ilmu organisasi banyak memperoleh perhatian dari para praktisi dikalangan masyarakat, baik di Negara kita maupun dinegara lain. Kenyataan menunjukan, dimana para teorisi dan praktisi itu memberikan batasan pengertian sendiri-sendiri. Dalam penggunaan istilah organisasi dan organizing. Kedua istilah ini sering digunkan dalam kehidupan sehari-hari dan dianggap emilik arti yang sama. Sementara orang memandang bahwa organizing sebagai salah satu fungsi managemen, tetapi di lain pihak orang memandang bahwa organizing adalah salah satu sinonim dari organisasi.
                Begitu banyaknya persepsi yang berbeda-beda maka di perlukan pembahasan dan gambaran yang jelas mengenai organisasi agar nantinya tidak bermakna ambigu padahal kata-kata ini sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dengan adanya pemahaman dan gambaran mengenai organisasi maka kedepannya akan sangat berguna bagi kita sebagai bekal untuk bisa berorganisasi dengan baik bahkan akan sangat terasa ketika kita sudah mulai memasuki dunia kerja organisasi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kelompok kami mencoba membahas mengenai organisasi sebagai dasar bagi individu untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang apa saja mengenai organisasi.

B.      RUMUSAN MASALAH
1.       Apakah yang dimaksud organisasi ?
2.       Tindakan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang manager ?
3.       Apa sajakah prinsip-prinsip organisasi ?
4.       Apa saja langkah-langkah yang diperlukan dalam pengorganisasian ?
5.       Ada berapa macam bentuk-bentuk organisasi ?

C.      TUJUAN
1.       Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan organisasi
2.       Untuk mengetahui tindakan apa saja yang biasa dilakukan seorang manager
3.       Untuk mengetahui prinsip-prindip organisasi
4.       Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang diperlukan dalam pengorganisasian
5.       Untuk mengetahui bentuk-bentuk organisasi




BAB II
PEMBAHASAN

                                            I.            PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
Sebuah organisasi adalah pola hubungan –banyak hubungan yang saling terjalin secara
simultan- yang menjadi jalan bagi orang, dengan pengarahan dari manajer, untuk mencapai sasaran bersama.
Proses manajerial dari pengorganisasian termasuk pembuatan keputusan, penciptaan
kerangka kerja, sehingga organisasi tersebut dapat bertahan dari keadaan yang baik pada
masa kini hingga masa depan.
Dalam kehidupan sehari-hari istilah organisasi diartikan menjadi :
a.       Organisasi dalam arti statis, adalah kerangka hubungan antar orang-orang yang tergabung,  dan yang bergerak kearah usaha untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi organisasi dalam arti statis atau sebagai wadah ini merupkan gambaran secara skematis tentang struktur dari bagian-bagian dari suatu badan atau lembaga.
b.      Oragnisasi dalam arti dinamis, adalah suatu proses penentuan bentuk dan pola dari sesuatu organisasi, yang berupa wujud kegiatan-kegiatannya meliputi : pembagian pekerjaan, pembtasan tugas-tugas, pembatasan kekuasaan dan tanggung jawab, beserta hubungan antar bagian didalam badan atau lembaga yang saling bersangkutan.
c.       Organisasi dalam arti badan atau lembaga, adalah sekelompok orang yang tergabung dan terikat secara formal dalam system kerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

                                          II.            TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN MANAJER
Kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam pengorganisasian adalah menetapkan pekerjaan- pekerjaan apa yang harus dikerjakan agar dapat melealisir tujuan yang ditetapkan.




PRINSIP- PRINSIP ORGANISASI
       Perumusan tujuan dengan jelas
Apabila kita hendak menjalankan organisasi agar baik dan dapat dipakai untuk mencapai tujuan, maka fondasi harus dibuat dan kerangka harus disusun atas dasar dan pedoman serta dengan Langkah- Langkah yang baik. Dismping itu apabila setiap orang didalam organisasi mengetahui tujuan yang hendak dicapai oganisasi, ada beberapa hal yang mereka dapat laksanakan antar lain :
·         Mereka mengetahui apa yang harus diharapkan oleh oganisasi
·         Mereka dapt memahami apa yang bisa mereka harapkan dari sebuah organisasi
·         Mereka dapat menilai, apakah tujuan organisasi itu sinkron dengan tujuan mereka pribadi
·         Jika belum sinkron, mereka dapat memutuskan apakah berusaha untuk mensinkronkan atau tidak, ataukah meninggalkan organisasi tersebut

       Pembagian tugas pekerjaan
Adanya dua orang atau lebih yang bersepakat untuk mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan yang mereka kehendaki bersama. Maka agar mereka dapat melakukan kegiatan dengan baik, dalam arti juga untuk meringankan beban masing- masing pihak, maka perlu diadakan pembagian tugas pekerjaan. Baik pembagian tugas kedalam  satuan-satuan oragnisasi, kedalam sub-sub unit, atau sampai kedalam satuan-satuan pelaksanaan.
       Delegasi kekuasaan
Penyerahan sebagian hak untuk mengambil tindakan yang diperlukan, dari pejabat yang lebih tinggi tingkatannya kepada pejabat yang lebih rendah, atau dari pejabat satu ke pejabat yang lain yang sederajat dalam suatu organisasi. Pelimpahan kekuasaan ini perlu dilaksanakan mengingat kemampuan seseorang itu terbatas. Dalam arti bahwa dengan predikatnya seseorang mungkin tidak mampu mengetahui semua hal dalam organisasi sampai pada hal yang sekecil-kecilnya. Dari pemahaman ersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa delegasi kekuasaan adalah suatu asas yang esensiil, agar organisasi dapt berjalan lancar.
       Rentangan kekuasaan
Asas yang berkenaan dengan penentuan jumlah bawahan atau tanggungjawab yang harus berada di bawah pengawasan seorang pejabat.   Di dalam organisasi, terdapat beberapa orang yang mempunyai predikat pimpinan. Baik pimpinan tingkat atas, tingkat menengah, maupun tingkat bawah. Tentunya para pimpinan ini  mempunyai bawahan. Beberapa factor yang harus diperhatikan dalam merealisir asas ini adalah:
1.       Manusia ( man power )
2.        Corak pekerjaan
3.       Tata ruang atau tempat kerja
4.        Alat perlengkapan
5.       Corak hasilkerja

       Tingkatan tata jenjang
Jumlah tingkatan menurut kedudukan dari atas ke bawah, yang tiap- tiap tingkatan terdapat pejabat dengan tugas, wewenang, dan tanggungjawab. Semakin banyak jenjang berarti semakin banyak pula kemungkinan hambatan penyaluran setiap kebijaksanaan. Jenjang atau hierarki ini sangat erat sekali hubungannya dengan rentang kekuasaan.
Oleh karena itu, untuk menentukan hierarki organisasi dan rentangan kekuasaan, hendaknya diikut sertakan pertimbangan berikut
a.       Bilamana rentangan kekuasaan luas, maka jenjang organisasi harus pendek
b.      Dan jika rentangan kekuasaan sempit, maka jenjang organisasi harus panjang. Dan yang paling baik adalah jenjang organisasi yang pipih (flat of organization )


·         Kesatuan perintah dan tanggung jawab
Adanya satuan- satuan tugas yang harus dilaksanakan oleh pelaksana, setiap pelaksana hendaknya hanya menerima perintah dan tanggungjawab dari satu atasan dan dilaksanakan dengan menggunakan saluran komuikasi yang tegas. Maksudnya, agar semua petugas dapat mengetahui dari siapa ia menerima perintahdan kepada siapa ia harusmempertanggungjawabkan hasil kerjanya.

       Koordinasi
Adalah suatu kondisi dimana terkandung aspek- aspek tidak terjadinya kekacauan, percekcokan, kekembaran atau kekosongan kerja, sebagai akibat dari pekerjaan menghubung- hubungkan, menyatupadukan, dan menyelaraskan orang- orang, dan pekerjaannya dalam suatu kerjasamayang diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Dalam  manajemen menghubung-hubungkan, menyatupadukan, dan menyelaraskan orang-orang dengan pekerjaannya, sehingga semuanya berlangsung secara tertib dan seirama menuju tercapainya tujuan disebut dengan istilah pengkoordinasian (coordinating ).Yang dapat dilakukan dengan
§  Integrasi, yaitu usaha untuk menyatupadukan unsure-unsur kegiatan, sehingga tercipta suatu kesatuan yang utuh
§  Simplifikasi, yaitu usaha untuk membuat pekerjaan yang ruwet menjadi pekerjaan yang lebih gampang
§  Sinkronisasi, adalah serangkaian upaya untuk menciptakan hubungan yang selaras, serasi, dan seimbang antar orang-orang dalam organisasi.


LANGKAH- LANGKAH YANG DIPERLUKAN DALAM PENGORGANISASIAN
  • Penetapan dan pengimbangan aktifitas
Merupakan pembagian, penggolongan, dan penyusunan aktivitas- aktivitas yang akan dilaksanakan.
  • Penyusunan organ atau wadah
Langkah ini dimaksudkan untuk membuat organ atau wadah yang diperukan untuk mewadahi segenap kegiatan yang telah tersusun. Hendaknya pembentukan wadah ini berpangkal pada suatu ide dalam struktur organisasi.
  • Mengisi organ dengan tugas,kekuasaan, wewenang, dan tanggungjawab
Langkah ini dimaksudkan untuk memasukkan kegiatan yang telah tersusun kedalam organ yang telah dibentuk. Dalam pengisian tugas harus dilengkapi dengan wewenang dan tanggung jawab yang sepadan.
  • Menghubung-hubungkan organ satu dengan yang lain dengan garis wewenang dan tanggungjawab
Suatu aktivitas untuk menentukan hubungan kekuasaan dan tanggung jawab berdasarkan atas wewenang formal. Manifestasi dari langkah ini adalah garis- garis hubungan kekuasaan yang bersifat formal.
  • Melengkapi organ dengan alat perlengkapan yang diperlukan
Alat atau perlengkapan yang digunakan, bukan dilihat karena mempunyaiharga atau nilai yang tinggi, tetapi yang diperlukan adalah alat yang tepat dipakai sesuai dengan corak pekerjaan.
  • Penempatan orang yang tepat pada masing- masing organ
Langkah selanjutnya adalah menempatkan orang- orang yang nantinya akan menerima pendelegasian atau pelimphan wewenang. Dalam hal ini biasanya menganut asas “The right manin the right place”.
  • Membuat bagan organisasi  Struktur organisasi
Langkah ini dimaksudkan untuk menggambar atau melukiskan struktur organisasi di atas kertas. Yaitu suatu gambar yang melukiskan secara skematis dari susunan tugas, kekuasaan, dan tanggungjawab serta hubungan antara unit- unit dalam organisasi. 
Dalam penyusunan struktur organisasi dikenal beberapajenis hubungan, yaitu:
a.       Struktur organisasi garis (line relation)
Merupakan struktur organisasi yang paling sederhana dan yang paling tua. Dalam struktur ini aliran tugas dan tanggungjawab terlihat jelas dengan arah vertikal. Artinya, wewenang mengalir dari atas ke bawah, sedangkan tanggungjawab dari bawah ke atas.

b.      Struktur organisasi fungsional atau staf (staff relation)
Organisasi ini diciptakan oleh FW Taylor, dimana segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas. Sebab setiap atasan berwenang member komando kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

c.       Struktur organisasi garis dan staf
Dalam struktur organisasi ini, terdapat satu atau beberapa orang staf. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu, yang tugasnya member nasehat dan saran dalam bidangnya kepada pimpinan di dalam organisasi tersebut.


Secara garis besar kegunaan bagan organisasi adalah :
a)      Untuk mengetahui besar kecilnya organisasi
b)      Untuk mengetahui jenis dan macam jabatan yang ada
c)       Untuk mengetahui fungsi dan kedudukan dari masing-masing pejabat
d)      Untuk mengetahui saluran kekuasaan dan tanggung jawab dari pimpinan sampai bawahan
e)      Untuk mengetahui bentuk organisasi

0 komentar:

Posting Komentar