Feeds RSS

Selasa, 23 Juli 2013


TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

 







DISUSUN OLEH:

   NAMA       : ANAS TAS NIA DEWI NUR KOMARIAH
   NIM           :K7411017
                               PRODI     :  PENDIDIKAN EKONOMI
   KELAS     :A1

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
TAHUN AJARAN 2012/2013
SOAL:
1.     Apa yang harus diusahakan oleh guru agar potensi peserta didik bisa berkembang kearah yang positif sehingga potensi yang dipunyai tidak sia-sia ?
2.     Apa yang harus dihindari pendidik kepada peserta didik yang punya cacat fisik ?
JAWAB :
1.      Seorang pendidik harus berusaha memahami dan mengidentifikasi bakat-bakat apa saja yang dimiliki oleh peserta didik. Setelah mengetahui bakat-bakat apa saja yang dimiliki peserta didik maka seanjutnya diarahkan dengan memberikan kegiatan ekstrakulikuler sebagai sarana penyaluran bakat dan minat peserta didik. Jika tidak ada media penyaluran  bakat yang tepat dilingkungan sekolah maka hal lain yang dapat dilakukan oleh seorang pendidik adalah memberikan beberapa referensi mengenai tempat-tempat penyaluran bakat yang tepat bagi anak didik mereka. Dengan menekuni bakat-bakat yang dimiliki peserta didik maka apa yang dimilikinya tidak akan sia-sia bahkan menjadi hilang tapi akan terus diasah agar nantinya dapat membawa dampak yang positif tidak hanya untuk dirinya pribadi tetapi juga untuk orang-orang disekitarnya. Seorang pendidik disini menjalankan tugas mendidik dan membentuk karakter yang baik pada peserta didik tentunya tidak bisa bekerja dan berusaha sendiri melainkan, harus bekerjasama dengan orangtua siswa sebagaipihak yang memiliki pengaruh yang besar pada peserta didik. Dengan adanya link yang baik antara pendidik, orangtua, dan peserta didik sendiri maka proses pembentukan diri peserta didik dengan berbagai macam karakter dan bakat-bakatnya akan berlangsung dengan baik. Jika dijabarkan lebih lanjut mengenai parenan guru dalam upaya pengembangan bakat ini akan tampak satu benang merah yang sangat kuat. Tapi sebelum itu harus dipahami terlebih dahulu bahwa ada beberapa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi bakat peserta didik yaitu :   
Ø  Anak itu sendiri
Misalnya anak itu tidak atau kurang berminat untuk mengembangkan  bakat-bakat yang ia miliki, atau kurang termotivasi untuk mencapai prestasi yang tinggi, atau mungkin pula mempunyai kesulitan atau masalah pribadi sehingga ia mengalami hambatan dalam pengembangan diri dan berprestasi sesuai dengan bakatnya.
Ø  Lingkungan anak
Misalnya orang tuanya kurang mampu untuk menyediakan kesempatan dan sarana pendidikan yang ia butuhkan atau ekonominya tinggi tetapi kurang memberi perhatian terhadap pendidikan anak. Setelah memahami hal tersebut maka akan lahir beberapa kendala yang dihadapi seorang guru sebagai pendidik dalam upaya mengembangkan bakat peserta didik yaitu dalam kenyataannya, seseorang sering menghadapi kendala dalam mengembangkan kreatifitasnya. Dari beberapa sumber kendala tersebut salah satu diantaranya adalah sekolah dan guru. Tanpa disadari oleh guru atau sekolah, sering kita temui beberapa tindakan guru yang bermaksud untuk mengembangkan kreatifitas, namun tindakan yang dilakukan justru membunuh kreatifitas itu sendiri. Misalnya, guru lebih menekankan pada hasil belajar berupa angka-angka ketimbang proses yang mengembangkan kreatifitas, tidak menanggapi umpan balik dari siswa tentang proses kegiatan belajar mengajar atau guru senantiasa mengawasi dan khawatir dengan tindakan siswa di kelas. Beberapa contoh lain dari hambatan pengembangan kreatifitas di sekolah adalah guru sering memberikan instruksi yang terlalu detail tentang apa yang harus dilakukan oleh siswa sehingga siswa tidak mampu berkreasi secara bebas. Setelah mengetahui hambatan-hambatan yang secara umum ini maka sebagai seorang pendidik ada langkah revolusi untuk mengembangkan kreativitas mereka. Secara langsung maupun tidak langsung terdapat hubungan yang erat antara bakat dan prestasi peserta didik karena bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat itu dapat terwujud. Misalnya seorang mempunyai bakat menggambar, jika ia tidak pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut tidak akan tampak. Jika orang tuanya menyadari bahwa ia mempunyai bakat menggambar dan mengusahakan agar ia mendapat pengalaman yang sebaik-baiknya untuk mengembangkan bakatnya, dan anak itu juga menunjukkan minat yang besar untuk mengikuti pendidikan menggambar, maka ia akan dapat mencapai prestasi yang unggul bahkan dapat menjadi pelukis terkenal. Sebaliknya, seorang anak yang mendapat pendidikan menggambar dengan baik, namun tidak memiliki bakat menggambar, maka tidak akan pernah mencapai prestasi unggul untuk bidang tersebut. Keunggulan yang dimiliki siswa dalam salah satu bidang baik seni, sastra auatupun matematika merupakan hasil interaksi dari bakat yang dibawa sejak lahir dan faktor lingkungan yang menunjang, termasuk minat dan dorongan pribadi. Maka secara global hal-hal yang dapat dilakukan seorang pendidik dalam upaya pegembangan bakat peserta didik yaitu :
a.      Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, keterampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak
b.     Bantu anak meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya
c.     Kembangkan konsep diri positif pada anak
d.     Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan serta pengalaman di berbagai bidang
e.      Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang keunggulannya serta bidang-bidang lain yang berkaitan
f.       Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya
g.     Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain
h.     Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak
i.        Sediakan dan fasilitasi sarana bagi pengembangan bakat
j.        Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya
k.     Jalin hubungan baik serta akrab antara orang tua / guru dengan anak
l.        Menyalurkan bakat tersebut
m.   Memberikan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba sesuai bakat yang dimiliki

2.  Peserta didik yang memiliki cacat fisik harus mendapatkan pelayanan yang lebih dari para pendidik jika dibandingkan dengan peserta didik dngan keadaan normal. Peserta didik yang menderita cacat tetap berhak mendapatkan pendidikan maka disediakan sekolah-sekolah khusus untuk mereka. Sebagai pendidik tidak boleh memberikan hukuman fisik kepada peserta didik. Boleh memberikan hukuman dengan catatan hukuman yang diberikan itu bersifat mendidik bukan malah menciptakan kesan dan keadaan seorang pendidik yang otoriter dan memberikan citra buruk kepada pendidik jika melakukan hukuman fisik yang berlebihan kepada peserta didik. Sebenarnya mengetahui ketidakmampuan dan gangguan pada anak perlu dilakukan untuk menentukan strategi dan model pembelajaran. Pada umumnya ketidakmampuan dan gangguan anak meliputi, gangguan organ indra (sensory), gangguan fisik, retardasi mental, gangguan bicara dan bahasa, gangguan belajar (learning disorder), attention deficit hyperactivity disorder, dan gangguan emosional dan prilaku. Bahwa ketidakmampuan dan gangguan pada anak bukanlah suatu hambatan untuk merencanakan trategi pembelajaran. Bahkan, ketidakmampuan anak diperlukan sebagai tantangan untuk mencari dan menentukan suatu strategi pembelajaran.
Penting bagi praktisi pendidikan untuk mengetahui, memahami dan mempelajari secara intensif bentuk-bentuk ketidakmampuan dan gangguan pada pebelajar. Hal ini diperlukan untuk memungkinkan kita untuk mendesain sebuah pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pebelajar. Di samping mengetahui dan memahami bentuk-bentuk ketidakmampuan dan gangguan pada anak, pengajar hendaknya juga mengintensifkan berbagai daya dukung pembelajaran yang memungkinkan dapat membantu mengatasi ketidakmampuan yang dialami anak. Selain itu juga melakukan kerja sama dengan orang tua adalah hal yang tidak boleh diabaikan dalam mendidik anak. Karena orang tua adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Sudah waktunya bagi kita untuk memperhatikan bentuk-bentuk ketidakmampuan dan gangguan yang dialami anak, sehingga tujuan akhir pendidikan dapat dicapai dengan baik.
Maka sebagai pendidik baik guru maupun orangtua sekali lagi harus bekerjasama lebih ekstra untuk mereka yang cacat fisik serta jangan sampai melakukan tindak kekerasan dalam proses belajar-mengajar.

0 komentar:

Posting Komentar