MAKALAH
REKRUTMEN
SUMBER DAYA MANUSIA
MAKALAH
INI DISUSUN GUNA MELENGKAPI TUGAS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIAMPU
OLEH TRI MURWANINGSIH

OLEH:
ALVI
FAUZIAH RAHMI K7411010
ANAS TAS NIA DNK K7411017
AYUK KUSUMASTUTI K7411034
BETANIKA
NILA NIRBITA K74110
CITRA AJENG ISYWARI K7411040
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
2011
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Fokus utama manajmen sumber daya
manusia adalah memberikan kontribusi suksesnya organisasi. Manajemen sumber
daya manusia haruslah terdiri dari aktifitas-aktifitas yang terkait. Aktivitas
manajemen sumber daya manusia meliputi antara lain : perencanaan dan analisis
sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan bekerja, perekrutan pengembangan
sumbar daya manusia, konpensasi dan keuntungan, kesehatan, keselamatan dan
keamanan, hubungan tenaga kerja dan buruh (Mathis,Jackson,2001:12)
Sebelum dapat mengisi sebuah
lowongan kerja, organisasi haruslah terlebih dahulu mencari orang-orang yang
tidak hanya memenuhi syarat untuk posisi tersebut, namun juga menginginkan
pekerjaan. Sebuah organisasi memerlukan sejumlah tenaga kerja dalam usaha
mewujudkan eksistensinya, yang terarah pada pencapaian tujuannya. Tenaga kerja
tersebut berfungsi sebagai pelaksana pekerjaan yang menjadi tugas pokok
organisasi.
Setelah diadakan perencanaan SDM,
dan analisis serta klasifikasi pekerjaan, maka langkah berikutnya adalah
meleksanakan rekrutmen. Rekrutmen merupakan proses mencari, menemukan, dan
menarik pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu organisasi atau
perusahaan. Maksud rekrutmen adalah untuk mendapat persediaan sebanyak mungkin
calon-calon pelamar sehingga organisasi atau perusahaan akan mempunyai
kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerjaan
yang dianggap memenuhi standar kualifikasi atau perusahaan. Proses rekrutmen
berlangsung mulai dari saat mencari pelamar hingga pengajuan lamaran oleh
pelamar.
Oleh karena itulah rekrutmen sebagai
salah satu kegiatan manajemen sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan kaitannya
dengan kegiatan-kegiatannya yang lain. Dengan kata lain rekrutmen tidak dapat
dilepaskan kaitannya dengan deskripsi dan spesifikasi pekerjaan atau jabatan
sebagai hasil analisis pekerjaan atau jabatan yang memberikan gambaran tentang
tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan analisis
jabatan ?
2. Apakah yang dimaksud dengan
rekrutmen sumber daya manusia ?
3. Apakah hubungan antara analisis
jabatan dengan rekrutmen sumber daya manusia ?
TUJUAN
1. Mengetahui yang dimaksud dengan
analisis jabatan
2. Mengetahui tentang rekrutmen sumber
daya manusia
3. Mengetahui hubungan antara analisis
jabatan dengan rekrutmen SDM
BAB II
PEMBAHASAN
Analisis Jabatan
Organisasi birokrasi dihadapkan pada harapan masyarakat yang
semakin tinggi. Agar organisasi birokrasi semakin mampu bekerja secara
profesional, efektif dan efisien, maka diperlukan pemetaan yang lengkap dan
menyeluruh atas seluruh informasi jabatan dalam organisasi yang dikenal dengan
Analisis Jabatan. Melalui pemetaan tersebut akan diperoleh informasi yang
akurat untuk menyusun program dan kegiatan penataan manajemen sumber daya
aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan serta perencanaan pendidikan dan
pelatihan.
Analisis jabatan yang dilakukan dengan teliti akan
menghasilkan kurang lebih 17 informasi jabatan yang akurat, dan kemudian dapat
dijadikan bahan baku baik untuk proses pengelolaan SDM, seperti evaluasi
jabatan, rekrutmen dan seleksi, manajemen kinerja, penyusunan kompetensi dan
pelatihan.
Tujuan
Tujuan dari Analisis Jabatan, antara lain :
- Tujuan Kelembagaan
Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan kelembagaan,
antara lain :
- Penyusunan organisasi baru.
- Penyempurnaan organisasi yang
ada saat ini.
- Peninjauan kembali alokasi
tugas, wewenang dan tanggung jawab tiap jabatan.
- Penyempurnaan fungsi tiap
jabatan.
- Tujuan Manajemen Kepegawaian
Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan kepegawaian,
antara lain :
- Perbaikan sistem
rekrutmen/seleksi pegawai.
- Informasi penting penilaian jabatan.
- Penyusunan jenjang karir (Career
Planning).
- Penyempurnaan pola
mutasi/promosi/rotasi.
- Perbaikan program pelatihan
dan pendidikan pegawai.
- Tujuan Ketatalaksanaan
Analisa Jabatan dapat digunakan untuk tujuan
ketatalaksanaan, antara lain :
- Penyusunan dan penyempurnaan
standarisasi kerja dan sarana pekerjaan.
- Penyusunan dan penyempurnaan
sistem dan prosedur kerja.
- Penyusunan dan penyempurnaan
metode dan analisa ketatalaksanaan
pekerjaan.
Keluaran
Keluaran
(output) kegiatan ini adalah Dokumen Analisis Jabatan yang memuat
mengenai Peta Jabatan dan Informasi Jabatan sebanyak 17 Informasi Jabatan,
termasuk di dalamnya rincian tugas, wewenang, pengalaman kerja, syarat jabatan,
hasil kerja, bahan kerja, kompetensi, dan lain-lain.
Hasil
Hasil
(outcome) dari Analisis Jabatan ini, antara lain :
- Masukan utama bagi penataan
kelembagaan (penyusunan, pengembangan, penyempurnaan unit dan hubungan
tata kerja organisasi), penataan kepegawaian (pengadaan, pengelolaan
administrasi dan jenjang karir) dan penataan ketatalaksanaan (sistem dan
prosedur kerja).
- Menyelaraskan antara pendidikan
dan pelatihan dengan kebutuhan sumber daya manusia aparatur.
- Meningkatkan akurasi dan
akuntabilitas pengukuran evaluasi jabatan sebagai salah satu basis
perhitungan tunjangan kinerja pegawai.
Rekrutmen
Menurut Mathis and Jakson,
perekrutan adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang berkualifikasi
bagus untuk pekerjaan didalam organisasi atau perusahaan. Sedangkan menurut
Ivancevich dan glueck (dalam Sukamti,1989:133) rekruiting adalah serentetan
kegiatan yang digunakan oleh organisasi untuk menarik calon pegawai yang
memiliki kemampuan dan sikap yang dibutuhkan untuk membantu mencapai tujuannya.
Berdasarkan pengertian tersebut berarti
Rekruitmen (penarikan) adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja
yang kualifaid untuk jabatan/pekerjaan utama di lingkungan suatu organisasi
atau perusahaan (Nawawi,2000:167).
Melalui rekrutmen inilah kontak
pertama kali diusahakan organisasi atau perusahan untuk pegawai potensial,
melalui rekrutmen inilah banyak individu datang untuk mengenal organisasi dan
yang ada pada akhirnya nanti memutuskan ingin bekerja denganya atau tidak.
suatu usaha rekrutmen yang dirancang dan dimanage dengan baik akan menghasilkan
pelamar yang berkualitas baik dan sebaiknya yang terjadi apabila usaha ini
dijalankan setengah-setengah.
Sasaran dari perekrutan adalah untuk
menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis
pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari perekrutan dalam manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan
gambaran menyeluruh dan lengkap mengenai suatu posisi jabatan, kemudian menyadurnya
ke dalam format yang memudahkan memahami secara akurat informasi tentang
jabatan dalam organisasi, serta merancang program dan kegiatan penataan jabatan
dan peningkatan kompetensi jabatan.
Rekrutmen tidak hanya penting bagi
organisasi saja, rekrutmen merupakan proses dua arah. Pelamar menghendaki
informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja didalam
organisasi yang bersangkutan, organisasi juga sangat menginginkan informasi
yang akurat tentang seperti apakah pelamar jikalau kelak dia diangkat jadi
pegawai. Pelamar maupun organisasi saling berkirim sinyal tentang hubungan
kepegawaian. Para pelamar mununjukkan bahwa mereka adalah calon-calon yang dan
harus mendapat tawaran kerja, para pelamar juga mencoba untuk meminta
organisasi agar memberikan informasi guna menentukan apakah mereka akan
bergabung dengannya. Organisasi ingin menunjukkan bahwa mereka merupakan tempat
yang nyaman untuk bekerja, mereka ingin mendapat sinyal dari para pelamar yang
memberikan gambaran yang sejujurnya tentang nilai potensial mereka kelak
sebagai karyawan.
.
Alasan-Alasan Rekrutmen
Gomes (2003:105) mengemukakan
rekrutmen dilaksanakan oleh organisasi disebabkan adanya lowongan dengan
beraneka ragam alasan, yaitu:
1. Berdirinya organisasi baru
2. Adanya perluasan (ekspansi)
kegiatan organisasi
3. Terciptanya pekerjaan-pekerjaan
dan kegiatan-kegiatan baru
4. Adanya pekerjaan yang pindah ke
organisasi lain
5. Adanya pekerja yang berhenti,
baik dengan hormat maupun tidak dengan
hormat sebagai tindakan punitive
6. Adanya pekerja yang berhenti
karena memasuki usia pensiun, dan
7. Adanya pekerja yang meninggal
dunia.
Agar kegiatan produktifitas disuatu
organisasi tidak mengalami gangguan yang diakibatkan oleh berbagai faktor,
seperti yang disebutkan diatas, maka organisasi tersebut dengan cara merekrut
tenaga kerja sesuai dengan kebutuhannya.
.
Teknik-Teknik Rekrutmen
Teknik-teknik rekrutmen baik
disektor publik maupun swasta, dapat dilakukan melalui cara disentralisasikan
atau didesentralisasikan, tergantung kepada keaadan (besarnya) organisasi,
kebutuhan dan jumlah calon pekerja yanh hendak direkrut (Gomes.2003:111)
1. Teknik
rekrutmen yang disentralisasikan
Jika rekrutmen disentralisasikan, instansi
yang mengelola sumber daya manusia itu bertanggung jawab untuk meminta dari
para manger akan perkiraan-perkiraan periodik mengenai jumlah dan tipe
pekerja-pekerja baru yang dibutuhkan diwaktu akan datang. Instansi manajemen
sumber daya manusia tingkat pusat akan mengeluarkan pengumuman perihal lowongan
kerja yang tersedia untuk memenuhi peraturan perundangan. Affimartive Action
yang menghendaki perwakilan proporsional maka setiap pengumuman pekerjaan harus
memasukkan informasi seperti :
a. jenis
pekerja, klasifikasi, dan besarnya gaji
b. lokasi tugas
(unit geografis dan organisasi)
c. gambaran
dari kewajiban-kewajiban kerja.
d. Kualifikasi
minimal
e. Tanggal
mulai kerja
f. Prosedur-prosedur
pelamaran,
g. Tanggal
penutup bagi
Waktu pengumuman antara pekerjaan
yang sifatnya teknis dan juru tulis, dan pekerjaan yang sifatnya manajerial,
yang membutuhkan keahlian-keahlian tertentu, biasanya lebih lama waktunya,
supaya para pelamar bisa mempelajari lowongan kerja tersebut dan punya waktu
yang cukup untuk mempertimbangkan dan menyerahkan lamarannya.
2. Teknik
rekrutmen yang didesentralisasikan
Teknik rekrutmen yang
didesentralisasikan terjadi di instansi-instansi yang relatif kecil dan kebutuhan-kebutuhan
rekrutmen yang terbatas. Rekrutmen dengan cara ini selalu dipakai untuk posisi
khas professional, ilmiah, atau administratif bagi suatu instansi tertentu. Instansi-instansi
secara sendiri-sendiri biasanya lebih memilih rekrutmen yang
didesentralisasikan karena mereka akan secara langsung mengendalikan proses
rekrutmennya.
Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen dapat dilakukan
dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu :
1. Teori rekrutmen “pencarian” (prospecting theory of recruitment)
Menurut teori ini rekrutmen dapat dilakukan sebagai
sebuah proses satu arah (one-way process) yang dilakukan oleh perusahaan untuk
mencari calon karyawan.
2. Teori rekrutmen “pasangan” (mating
theory of recruitment)
Teori ini mengemukakan bahwa calon karyawan maupun
menejer sama-sama mencari organisasi, sebagaimana organisasi mencari mereka.
Agar pencarian organisasi dan
pelamar dapat bertemu, terdapat tiga kondisi yang harus terpenuhi yaitu:
1. Adanya sebuah media komunikasi
2. Adanya kecocokan dari pelamar antara karakteristik pribadinya dengan
persyaratan kerja organisasi
3. Adanya motovasi untuk melamar.
Menurut Simamora (2006:179) mengemukakan proses
rekrutmen terdiri dari:
1. Penyusunan
strategi rekrutmen
2. Pencarian
para pelamar pekerja
3. Penyisihan
pelamar-pelamar yang tidak cocok
4. Pengumpulan
para pelamar
Sumber
Rekrutmen
1. Rekrutmen Internal
Mengisi posisi yang lowong dengan
calon dari dalam memiliki banyak keuntungan. Pertama, sebenarnya tidak ada
penggantian untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan seorang calon. Karenanya
seringkali lebih aman untuk mempromosikan karyawan dari dalam.
Sumber-sumber internal meliputi
karyawan yang ada sekarang yang dapat dicalonkan untuk dipromosikan, dipindah
tugaskan atau dirotasi, serta mantan karyawan yang bisa dikaryakan dipanggil
kembali (Schuer & Jakson,1996:232)
Untuk melakukan rekrutmen internal
kegiatan yang populer dan banyak digunakan diantaranya adalah (Nawawi,2000:175)
:
a) Rencana
suksesi
Rekrutmen ini merupakan kegiatan
yang difokuskan pada usaha mempersiapkan pekerja untuk mengisi posisi-posisi
eksekutif. Program yang sangat strategis bagi sebuah organisasi/perusahaan, ini
pada umumnya diselenggarakan secara informal. Untuk itu perlu dilakukan
identifikasi para pekerja untuk mendapatkan yang memiliki potensi tinggi dalam
bidang bisnis. Pekerja itu diberi kesempatan memperoleh kesempatan setingkat
eksekutif, baik sebagai pelatihan atau melalui pengalaman langsung yang
berdampak untuk pengembangan karier, maupun untuk menguji kemampuannya sebelum
menempati posisi penting dilingkungan organisasi/perusahaan.
b) Penawaran terbuka untuk satu jabatan (job
posting)
Rekrutmen terbuka ini merupakan
sistem mencari pekerja yang berkemampuan tinggi untuk mengisi jabatan yang
kosong, dengan memberikan kesempatan pada semua pekerja yang berminat. Semua
pekerja yang berminat untuk mengisi jabatan untuk menyampaikan permohonan untuk
mengikuti seleksi intern. Cara ini baik untuk mengisi kekosongan eksekutif
tingkat bawah, guna menghindari penempatan yang bersifat subyektif.
c) Perbantuan pekerja
Rekrutmen internal dapat dilakukan
melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari unit kerja lain (pekerja yang
ada). Kemudian setelah selang beberapa waktu lamanya apabila pekerja yang
diperbantukan merupakan calon yang cocok/tepat dan sukses, maka dapat diangkat
untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut. Perbantuan pekrja ini merupakan
sumber tenaga kerja intern yang penting untuk semua tingkatan jabatan, karena
merupakan pekerja yang sudah mengenal secara baik organisasi/perusahaan
tempatnya bekerja. Untuk itu pembayaran upah harus sesuai dengan jabatan baru
serta insentif-insentif lainnya, agar motivasi untuk bekerja secara efektif dan
efisien cukup tinggi.
d) Kelompok pekerja sementara
Kelompok pekerja sementara (temporer) adalah sejumlah tenaga kerja
yang diperkerjakan dan diupah menurut keperluan, dengan memperhitungkan jumlah
jam atau hari kerja. Salah satu diantaranya adalah dengan sistem kontrak, yang
akan diakhiri jika masa kontrak selesai.
e) Promosi dan pemindahan
Rekrutmen yang paling banyak
dilakukan adalah promosi untuk mengisi bersifat horizontal. Kekosongan pada
jabatan yang lebih tinggi yang diambil dari pekerja yang jabatanya lebih
rendah. Disamping itu terdapat pula kegiatannya dalam bentuk memindahkan
pekerja dari satu jabatan ke jabatan yang lain yang sama jenjangnya.
2. Rekrutmen Eksternal
Perusahaan tidak selalu bisa
mendapatkan semua karyawan yang mereka butuhkan dari staf yang ada sekarang,
dan terkadang mereka juga tidak ingin. Rekrutmen ekstenal adalah proses
mendapatkan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja di luar organisasi atau perusahaan.
Sumber rekrutmen eksternal meliputi
individu-individu yang saat ini bukan merupakan anggota organisasi. Manfaat
terbesar rekrutmen eksternal adalah bahwa jumlah pelamar yang lebih banyak
dapat direkrut. Hal ini tentunya mengarah kepada kelompok pelamar yang lebih
besar dan kompeten daripada yang normalnya dapat direkrut secara internal.
Pelamar dari luar tentu membawa ide, teknik kerja, metode produksi, atau
pelatihan yang baru ke dalam organisasi yang nantinya akan menghasilkan wawasan
baru kedalam profitabilitas. Setiap organisasi atau perusahaan secara periodik
memerlukan tenaga kerja dari pasar tenaga kerja diluar organisasi atau
perusahaan. Pasar tenaga kerja merupakan sumber tenaga kerja yang sangat bervariasi.
Beberapa bentuknya adalah (Nawawi,2000:178)
a. Hubungan
denga universitas
Universitas atau perguruan tinggi
merupakan lembaga pendidikan yang bertugas menghasilkan tenaga kerja sesuai
dengan lapangan kerja yang terdapat dimasyarakat. Dengan demikian berarti
universitas merupakan sumber tenaga kerja yang dapat dimafaatkan oleh
organisasi atau perusahaan, untuk mengisi jabatan dibidang bisnis/produk lini
dan jabatan penunjangnya.
b. Eksekutif
mencari perusahaan
Sering terjadi sebuah perusahaan
memerlukan eksekutif senior untuk mengisi jabatan penting, dengan menawarkan
upah/gaji yang kompetetif dibandingkan dengan perusahaan sejenis sebagai
pesaingnya. Rekrutmen tersebut jika sulit dipenuhi, sekurang-kurangnya
perusahaan dapat mengangkat konsultan ahli, yang dapat diperoleh diberbagai
lembaga, khususnya perguruan tinggi. Rekrutmen ini jika dibandingkan dengan
cara lain, ternyata relatif mahal. Dengan pengangkatan konsultan, pembiayaan
dapat lebih ditekan karena dapat dibatasi waktunya dalam penetapan perjanjian.
c. Agen tenaga
kerja
Rekrutmen eksternal lainnya dapat
dilakukan melalui agen tenaga kerja, yang memiliki calon dengan berbagai
kualifikasi dan kualitasnya. Untuk itu organisasi/perusahaan hanya menyampaikan
karekteristik calon yang diinginkan. Organisasi/perusahaan membayar agen apabila
ternyata calon yang diajukan disetujui dan diangkat sebagai eksekutif.
d. Rekrutmen
dengan advertensi
Rekrutmen eksternal dapat dilakukan
dengan cara mengadventasikan tenaga kerja yang diperlukan. Untuk keperluan itu
dapat dipergunakan surat kabar lokal, termasuk majalahk,radio dan televisi,
bahkan melalui surat yang disampaikan secara langsung pada calon..
Bentuk lain rekrutmen yang dapat digunakan adlah
sebagai berikut:
a) Teman/famili
pekerja
Cara ini adalah memberikan
kesempatan kepada pekerja untuk mencalonkan seseorang yang dikenalnya, dengan
ketentuan harus melalui seleksi agar memperoleh tenaga kerja yang kualifaid,
cara ini disebut juga “rekrutmen dari mulut ke mulut” yang mungkin merupakan
rekrutmen internal dan mungkin pula bersifat eksternal.
b) Balai
latihan keterampilan
Balai latihan keterampilan bertugas
membantu pencari kerja untuk memeperoleh keterampilan kerja tertentu. Dari
balai ini dapat diperoleh sejumlah calon yang direkomendasi, namun jika
jumlahnya melebihi kebutuhan dapat dan perlu pula diseleksi melalui proses yang
obyektif.
Berdasarkan uraian diatas,
masing-masing sumber rekrutmen baik sumber intenal maupun sumber eksternal
mempunyai keuntungandan kelemahan, seperti yang dikemukakan oleh Schuler dan
Jackson (2006:239) sebagai berikut:
Sumber internal
Keuntungan meliputi:
1. Semangat
kerja yang lebih baik
2. Penilaian
kemampuan yang lebih baik
3. Biaya lebih
rendah untuk lowongan tertentu
4. Motivasi
yang lebih tinggi untuk berkinerja lebih baik
5. Pengisian
lowongan lebih cepat
Kerugianya, meliputi:
1. Rasa lekat
pada lingkungan lama yang sudah diakrabi
2. Menimbulkan
masalah semangat kerja bagi yang tidak dipromosikan
3. Menimbulkan
pertikaian politik promosi
4. kebutuhan akan program pengembangan
managemen dan pelatihan yang mendesak
5. Menghambat
ide-ide baru
Sumber eksternal
Keuntungannya meliputi :
1. “darah baru”
perspektif baru
2. Biaya yang
lebih rendah dari pada melatih seorang professional
3. Tidak ada
kelompok politik yang beraliansi dalam organisasi
4. Kemungkinan
membawa rahasia pesaing wawasan baru
5. Membantu
memenuhi kebutuhan kesempatan kerja sama
Kerugian, meliputi:
1. Kemungkinan memilih orang yang tidak
cocok, akan menimbulkan masalah semangat kerja bagi calon karyawan internal yang
tidak terpillih
2. Penyesuaian
atau orientasi memerlukan waktu yang sama
3. Kemungkinan
membawa perilaku lama yang kurang baik
Kendala-kendala
rekrutmen
·
faktor-faktor organisasional
Beberapa kebijaksanaan yang meungkin menjadi kendala
dalam proses rekrutmen antara lain:
Kebijaksanaan
promosi dari dalam. Dengan
kebijaksanaan ini lowongan-lowomgan yang ada diisi oleh para pekerja yang sudah
menjadi karyawan organisasi, tentunya para pencari tenaga tidak usah lagi
mencari sumber-sumber tenaga diluar organisasi. Sehingga kemungkinan memperoleh
tenege baru dengan pandangan baru ,pendekatan baru, keahlian, dan keterampilan
baru sangat terbatas.
Kebijaksanaan
tentang imbalan. Dengan
kebijaksanaan ini para pencari tenaga kerja baru hanya dapat menawarkan tingkat
penghasilan tertentu kepada para pelamar berdasarkan kebijaksanaan yang berlaku
bagi organisasi.
Kebijaksanaan
tentang status kepegawaian. Maksud dari kebijaksanaan ini ialah ketentuan tentang apakah para pegawai
harus bekerja penuh bagi organisasi ataukah dimungkinkan bekerja separuh waktu.
Dengan kebijaksanaan seperti ini para pencari tenaga kerja hanya mencari
pelamar yang bersedia bekerja secara purna waktu bagi organisasi yang akan
memperkerjakannya.
.
Kebiasaan pencari tenaga kerja
Para pencari tenaga kerja mungkin
saja sudah mempunyai kebiasaan-kebiasaan tertentu. Segi negatif dari kebiasaan,
yang merupakan kendala dalam proses rekrutmen ialah kecenderungan berbuat
kesalahan yang sama terutama apabila kesalahan yang pernah dibuat tidak
mempunyai dampak negatif kuat bagi organisasi.
.
Kondisi eksternal
Tingkat
pengangguran. Ketika
tingkat pengangguran tinggi, para pencari tenaga kerja dapat bertindak lebih
selektif karena banyaknya pelamar. Sebaiknya, ketika tingkat pengngguran
rendah, pencari tenaga kerja tidak tepat kalau ”jual mahal” karena pencari
pekerja tidak terlalu sulit untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan
pendidikan, pelatihan dan pengalamannya.
Kedudukan
organisasi pencari tenaga kerja baru dengan organisasi lain yang bergerak
dibidang kegiatan yang sama atau menghasilkan barang dan jasa sejenis. Analisis tentang kedudukan relatif
suatu organisasi turut menentukan sikap para pencari tenaga kerja dalam
menyelenggarakan rekrutmen.
Langka
tidaknya keahlian atau keterampilan tertentu. Dipasaran kerja, tersedia tidaknya orang memilih
pengetahuan dan keterampilan tertentu itu tidaklah konstan, bisa saja suatu
ketika terjadi kelangkaan orang yang memilki keahlian tertentu. Dengan demikian
sikap dan tindakan para pencari tenaga kerja baru berbeda dibandingkan jika
tidak menghadapi suasana kelangkaan.
Proyeksi
angkatan kerja pada umumnya. Hal ini berkaitan dengan berbagai faktor demografi,
seperti laju pertumbuhan penduduk, dari segi jenis kelamin, jumlah dan jenis
keluaran lembaga pendidikan. Dari proyeksi tersebut para pencari tenaga kerja
dapat memperkirakan apakah jumlah pelamar akan banyak dan dengan kualifikasi
yang bagaimana.
Peraturan
perundang-undangan dibidang ketenegakerjaan. Berbagai peraturan perundang-undngan merupakan faktor
eksternal yang harus diperhitungkan dan di taati misalnya, ketentuan mengenai
upah minimim, upah lembur, ketentuan memeperkerjakan wanita dalam persentase
tertentu, hak cuti pegawai, dll.
Praktek
rekrutmen oleh organisasi lain. Kondisi ideal dalam dunia keniagaan ialah apabila
semua organisasi menerapkan norma-norma etika yang telah disepakati bersama.
Akan tetapi dalam kenyataan tidak selalu demikian, banyak praktek-praktek
pengelolaan organisasi, termasuk rekrutmen yang melanggar norma-norma etika.
Tuntutan
tugas yang kelak akan dikerjakan oleh para pekerja baru. Peranan informasi tentang analisis
pekerjaan adalah sangat penting, dengan informasi ini para pencari kerja tidak
lagi semata-mata berpedoman kepada keinginan manajer yang akan memperkerjakan
tenaga baru itu kelak, tetapi sudah memperhitungkan faktor-faktor lain yang
memang harus diperhitungkan.
Berbagai kendala yang mugkin dihadapi dalam merekrut
tenaga kerja baru harus dipertimbangkan secara matang, dengan demikian waktu,
tenaga dan biaya yang dikeluarkan sepadan dengan hasil yang dicapai, yaitu
tersedianya tenaga kerja baru yang memenuhi berbagai persyaratan dan tuntutan
tugas yang akan dilaksanakan.
.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Agar dalam suatu
organisasi/perusahaan tetap produktif, diperlukan sejumlah pegawai atau
karyawan yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam memenuhi kebutuhan
pegawai/perusahaan tersebut dapat dilakukan dengan cara rekrutmen.
Rekrutmen adalah serangkaian
aktifitas mencari dan memikat pelamar kerja dengan motivasi, kemampuan,
keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk menutupi kekurangan yang
didentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
Sasaran dari perekrutan adalah untuk
menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis
pekerjaan (job analysis) adalah dasar dari perekrutan dalam manajemen sumber daya manusia untuk mendapatkan
gambaran menyeluruh dan lengkap mengenai suatu posisi jabatan, kemudian
menyadurnya ke dalam format yang memudahkan memahami secara akurat informasi
tentang jabatan dalam organisasi, serta merancang program dan kegiatan penataan
jabatan dan peningkatan kompetensi jabatan.
Berbagai alasan yang mendasar
dilakukannya kegiatan rekrutmen adalah berdirinya organisasi baru, adanya
kegiatan ekspansi, adanya pekerja yang mutasi/pindah ke organisasi lain, adanya
pekerja yang berhenti baik tidak hormat atau pensiun dan karena adanya pegawai
yang meniggal dunia.
Teknik rekrutmen dapat dilakukan
melalui dua cara, yaitu (1) teknik rekrutmen yang disentralisasikan dan (2) teknik
reekrutmen yang didesentralisasikan. Sedangakan proses rekrutmen meliputin
kegiatan-kegiatan : penyusunan strategi rekrutmen, pencarian para pelamar
kerja, penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok dan pengumpilan para
pelamar.
Sumber rekrutmen dalam mengisi
posisi jabatan yang kosong berasak dari sumber internal dan eksternal. Sumber
internal terdii dari rencana suksesi, penawaran terbuaka untuk suatu jabatan
(job posting),perbantuan pekerja, kelompok kerja sementara, dan promosi dan
pemindahan. Sedangkan sumber eksternal, meliputi hubungan dengan Unuvesitas ,
agen tenaga kerja, advertensi, balai
latihan keterapilan.
Berbagai kendala yang dijumpai dalam
rekrutmen adalah dari organisasi yang bersangkutan sendir, kebiasaan pencari
tenaga kerja sendiri, dan faktor-faktor eksternal yang bersumber dari
lingkungan dimana organisasi bergerak.
SARAN
·
Bagi
perusahaan yang akan melakukan rekrutmen diharapkan agar tidak melakukan
rekrutmen dengan cara nepotisme.
·
Bagi calon
pelamar diharapkan mengisi data yang sebenar-benarnya.
·
Dalam proses
seleksi yang bertugas melakukan seleksi harus dilakukan dengan baik agar bisa
menempatkan orang dengan keahlian tertentu diposisi yang sesuai (the right man
in the right place)


0 komentar:
Posting Komentar